Rabu, 30 Maret 2011

Hidup di dunia hanya sebentar

Ada sebuah pepatah mengatakan, "hidup di dunia ibarat mampir minum kopi di warung dan kita tetap harus melanjutkan perjalanan yang masih jauh". Pepatah itu begitu menyentakkan pagi yang mendung ini. Sayup-sayup kudengar pengumuman dari masjid, mushola yang bergantian " Inalillahiwainailahiroji'un ... telah meninggal dunia ibu... umur 28 tahun... " Sedih dan haru saat ku paham bahwa yang meninggal adalah seorang tetangga yang masih sebaya denganku. Almarhumah meninggalkan satu putra yang kutaksir usianya sekitar 6 tahun dan seorang jabang bayi yang baru saja dilahirkan pagi ini dengan cara Caesar (SC). Begitu kabar yang kudapat dari mbak esti, tukang sayur langganan rumah, yang kebetulan almarhumah langganan sayur juga dengan mbak esti. Ya Allah mudah2an Allah SWT menempatkan dirimu di tempat yang indah, sebagai pejuang syahid, karena di saat kau berjuang melahirkan anakmu yang kedua, Allah memiliki rencana lain yaitu memanggilmu terlebih dahulu sebelum engkau dapat menggendong dan menciumi dengan lama buah hati tersayang. Mudah2an adik bayi kelak menjadi anak yang sehat, pribadi yang kuat dan cerdas dan mudah2an selalu menjadi Wildan orang tuanya kelak, amin..
Ya Allah, akupun tak tau sampai kapan Engkau ijinkan aku tuk terus menikmati anugerah_Mu yang indah di dunia ini, namun pintaku satu, ijinkan diriku tuk terus selalu berkarya dan dapat selalu memberi manfaat untuk orang tuaku, anak2ku, suamiku, saudara2ku, teman2ku dan siapa saja... Semoga aq selalu berjuang untuk dapat mendekati jalan Kaffah_Mu ya Allah, dan Jika tiba nanti ajalku, matikan aq dalam kondisi yang baik dan indah ya Allah. Allahumma Inni As aluka Khusnul Khatimah

Tidak ada komentar: